Pentingnya Edukasi New Normal Saat atau Pasca Pandemi

Home / Kopi TIMES / Pentingnya Edukasi New Normal Saat atau Pasca Pandemi
Pentingnya Edukasi New Normal Saat atau Pasca Pandemi Natasya Ayu Apriliyanti, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

TIMESBLITAR, MALANG – Kasus virus Corona (Covid-19) pada penghujung akhir tahun 2019 telah merajalela di Wuhan, China. Hingga pada April lalu presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua pasien positif di Indonesia. Saat itulah pandemi Covid-19 dimulai. 

Semua orang mulai sibuk mencari informasi mengenai virus tersebut. Derasnya informasi di media sosial dan media massa lainnya dibuktikan dengan 'Corona' atau 'Covid-19' yang menjadi keyword dan trending topic search engine di seluruh belahan dunia.

Saat itu pemerintah tampil dengan mengatakan bahwa virus tersebut tidak perlu ditakuti. Sehingga masyarakat mengalami kepanikan karena tidak memiliki patokan informasi sebagai pegangan.

Sebagian masyarakat bahkan berlomba-lomba melindungi diri dengan membeli kebutuhan pokok dalam jumlah yang tidak masuk akal. Wajar, mungkin saat itu mereka tidak bisa membayangkan betapa mengerikan virus tersebut hingga bisa melumpuhkan kota Wuhan. 

Secara cepat, tentunya masyarakat akan mendengar kabar virus menjangkit orang-orang di negara lain melalui platform media online. Dalam situsi seperti ini, kasus tersebut justru dimanfaatkan oleh media-media sebagai ajang mempertahankan eksistensi bahkan mendiskriminasi pihak tertentu. 

Tidak heran jika ada beberapa media yang clickbait, judul yang dibuat berbeda dengan isinya hanya untuk memancing pembaca. Banyak juga yang memberitakan pasien covid-19 dengan menyebarkan identitas korban. Dan yang terjadi malah tumbuh pemikiran negatif masyarakat terhadap pihak yang dirugikan.

Akibat dari kecemasan dan kepanikan itulah yang malah menyebabkan masyarakat menyebarkan berbagai macam informasi yang belum tentu bisa dipastikan kebenarannya. Padahal seharusnya media massa dan media sosial itu merupakan patform yang mengedukasi masyarakat.

Perubahan pola hidup dan istilah New Normal

Wabah pandemi covid-19 memang telah merubah tatanan hidup masyarakat hingga membuat sejarah baru. Kita semua, masyarakat tidak akan pernah bisa Kembali ke masa sebelum pandemi. Dimana-mana kini semua orang selalu menggunakan masker, bertemu dengan kawan tanpa bersalaman, akhirnya interaksi dengan sesama menjadi berjarak.

Guna mencegah penyebaran virus, masyarakat dihimbau untuk tetap didalam rumah. Sekolah, bekerja, dan beribadah pun dianjurkan di rumah. Hampir setiap negara menerapkan hal yang sama. Perubahan tersebut pastinya berdampak pada banyak factor. Termasuk dalam segi sosial, budaya, dan perekonomian. 

Kita tidak tau kapan wabah ini akan berakhir. Dan kita juga tidak tau sampai kapan semua hal baru tersebut harus dilakukan. Banyak tradisi yang lenyap dan digantikan dengan cara baru. Kebiasaan berkumpul dan bersalaman pun tidak dapat dilakukan untuk menaati protocol Kesehatan.

Perubahan sosial tersebut memunculkan istilah 'New Normal' yang beberapa hari terakhir banyak diperbincangkan.  Istilah tersebut menyiratkan bahwa sesuatu yang sebelumnya tidak normal akan menjadi sesuatu yang biasa. Presiden Joko Widodo juga mengungkapkan akan mulai menerapkan new normal tersebut ke beberapa daerah di Indonesia. 

Sejak pandemi covid mengguncang Indonesia, semua orang menjalankan aktivitas dengan mengandalkan media massa dan media sosial. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, jarang sekali seseorang melakukan komunikasi secara langsung. Bahkan hanya sekedar belanja bahan pokok pun kini serba online. 

Kita juga perlu membiasakan diri untuk bekerja dan beraktivitas dengan mengurangi kontak fisik dengan orang lain atau menghindari kerumunan. Inilah kemudian orang menjadi bergantung pada tata cara kehidupan baru dan media massa termasuk online menjadi sangat penting.

Hal tersebut seharusnya menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Semua kebutuhan masyarakat dan layanan bagi public perlu disesuaikan dengan tepat. Jika tadi keputusan new normal akan diberlakukan, maka banyak PR dan pembaharuan yang diperlukan untuk menata sistem kehidupan masyarakat new normal nanti, entah apakah saat masih atau pasca pandemi.

Perlu diadakan edukasi kepada masyarakat secara terus menerus. Mereka harus berdaptasi dengan perubahan tatanan hidup baru, namun tetap harus dibiasakan untuk menerapkan protokol Kesehatan. Agar nantinya masyarakat tidak Kembali mengalami kebingungan dan kecemasan yang mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan.

***

*)Oleh: Natasya Ayu Apriliyanti, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com