Terapkan Protokol Kesehatan, Penari Jathilan di Kota Batu Gunakan Face Shield saat Menari

Home / Berita / Simulasi Pagelaran Seni di Era AKB, Penari Jathilan di Kota Batu Gunakan Face Shield
Simulasi Pagelaran Seni di Era AKB, Penari Jathilan di Kota Batu Gunakan Face Shield Para penari pun harus menggunakan APD dan melewati pemeriksaan ketat. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/ TIMES Indonesia)

TIMESBLITAR, BATU – Masyarakat perlu membiasakan diri untuk hidup di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini tampaknya juga dialami seniman Reyog di Kota Batu. Para penari Jathilan dan pemain Warok harus terbiass menggunakan face shield saat tampil. Memang sedikit susah, namun para pemain Reog di Kota Batu merasa harus menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Ya meskipun ini hal baru demi kepentingan bersama agar kita aman dan kita bisa tetap berkarya di masa pandemi ini, kita akan terus berusaha untuk mematuhi protap yang ditetapkan pemerintah karena ini solusi yang terbaik daripada kita harus berdiam diri selama pandemi,” kata Seniman Reog Kota Batu, Gembong Sunarto saat acara simulasi Pagelaran Seni di era AKB yang dilaksanakan Disparta Kota Batu

penari-pun-2.jpg

Menurutnya jangan sampai Pandemi Covid-19 ini mematikan produktifitas dalam berkesenian. Dalam simulasi tersebut, memang terkadang membuat para pemain bermain kaku, karena menggunakan face shield, sebuah benda yang tidak pernah mereka gunakan saat berlatih. 

“Ya itu pasti, kita harus menyesuaikan biar face shield enak digunakan dan enak dilihat bahkan nantinya bukan modifikasi gerakan tari saja nantinya face shield yang kita gunakan akan kita hias dengan aksesoris tari yang ada,” ujar Sunarto.

Selain itu ke depan para pemain berharap bisa menggunakan face shield dari bahan akrilik, agar lebih awet dan tidak menimbulkan embun saat dipergunakan dalam pentas. 

penari-pun-3.jpg

Dalam kesempatan itu, Sunarto juga mengatakan sebagian besar seniman berharap pusat kesenian di Kota Batu memang berada di tempat yang strategis di tengah kota. 

“Kita mengapresiasi langkah Disparta tersebut namun juga harus diimbangi dengan sarana prasana yang memadai jangan seperti yang sudah-sudah fasilitas ada, tapi minim produktifitas dari segi pemerintah,” katanya.

Ia berharap anggaran yang besar diharapkan bisa dipergunakan juga untuk pemerataan fasilitas kesenian dan menyentuh seluruh aspek di bidang seni yang jumlahnya ratusan. 

“Maka aksesibilitas fasitas berkesenian harus benar-benar mempermudah ruang ekspresi para seniman yang ada di Kota Batu dan tentunya masyarakat yang sebagai penikmat seni maupun pelaku seni benar-benar merasakan manfaat dari art center yang digadang-gadang oleh pemerintah,” ujarnya dalam simulasi Pagelaran Seni di era AKB yang dilaksanakan Disparta Kota Batu. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com