Gunung Sinabung Kembali Meletus, BMKG Aceh: Abu Vulkanik Tak Sampai ke Aceh

Home / Berita / Gunung Sinabung Kembali Meletus, BMKG Aceh: Abu Vulkanik Tak Sampai ke Aceh
Gunung Sinabung Kembali Meletus, BMKG Aceh: Abu Vulkanik Tak Sampai ke Aceh Ilustrasi: Gunung Sinabung Kembali Meletus (FOTO: Dokumen/BNPB)

TIMESBLITAR, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi, Sultan Iskandar Muda Aceh atau BMKG Aceh menyampaikan abu vulkanik yang dikeluarkan dari letusan Gunung Sinabung tidak sampai ke wilayah perbatasan di Provinsi Aceh.

Menurut Sultan Iskandar, meski erupsi Sinabung terbawa angin yang bertiup ke timur dan tenggara, tetapi hingga kini tak ada laporan dari wilayah perbatasan Aceh mengenai dampaknya.

Dia menambahkan, terdapat tiga kabupaten di provinsi paling barat Indonesia berbatasan dengan Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.

"Dari ketiga daerah di Aceh itu, terutama dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat belum ada dampak (abu) vulkanik Sinabung," ujar Sultan Iskandar dilansir dari kantor berita Antara di Jakarta, Senin (10/8/2020).

Selanjutnya, ketika dikonfirmasi secara terpisah Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Muhamad Nurul Assori mengatakan ada empat kecamatan di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 2.000 meter itu.

"Wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Sinabung, yakni Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Berastagi, Kecamatan Simpang 4, dan Kecamatan Merdeka," kata Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Muhamad Nurul Assori.

Untuk diketahui, seperti dilansir dari Merdeka.com dikabarkan bahwa Gunung Sinabung pada Sabtu, pukul 01.58 WIB kembali meletus dengan tinggi kolom abu yang teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak gunung tersebut atau kurang lebih 4.460 meter di atas permukaan laut.

Erupsi Gunung Sinabung kali ini merupakan yang pertama di masa pandemi Covid-19, setelah erupsi terakhir pada 9 Juni 2019 dengan melontarkan abu vulkanik kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau 9.460 meter di atas permukaan laut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com