Siswa SMK di Lamongan Gotong Royong Membuat Baju Hazmat

Home / Berita / Siswa SMK di Lamongan Gotong Royong Membuat Baju Hazmat
Siswa SMK di Lamongan Gotong Royong Membuat Baju Hazmat Isyatul Silfani, Guru Tata Busana SMKN 2 Lamongan menunjukkan hazmat yang sudah jadi, Kamis (2/4/2020). (FOTO: MFA Rohmatillah/ TIMES Indonesia)
Fokus Berita

TIMESBLITAR, LAMONGAN – Di tengah mewabahnya virus Corona atau CoVid-19, puluhan siswa SMK Jurusan Tata Busana dari lima SMK di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ikut terjun untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) baju hazmat.

APD berupa baju hazmat pesanan RS dr Soetomo ini diproduksi oleh SMKN 2 Lamongan, SMKN 1 Kalitengah, SMKN 1 Sarirejo, SMKN Sambeng dan SMK NU 2 Kedungpring. 

alat-pelindung-diri-2.jpg

Lantas bagaimana proses pembuatan APD yang akan digunakan oleh paramedis di rumah sakit milik Provinsi Jatim itu? Isyatul Silfani, Guru Tata Busana SMKN 2 Lamongan mengaku, sebelum mengerjakan, pihaknya telah menerima desain dari RS dr Soetomo. 

"Kalau desainnya sudah langsung dari sana, kita tinggal memotong dan mengerjakan," kata Silfi sapaan akrab Isyatul Silfani, Kamis, (2/4/2020). 

alat-pelindung-diri-3.jpg

Setelah itu, sambung Silfi, pihaknya melakukan pembagian pekerjaan ke siswa dan alumni yang ikut membantu dalam membuat APD yang akan digunakan untuk merawat pasien CoVid-19.

"Jadi ada yang lengan sendiri, setelah lengan selesai, kepala selesai kemudian di bagian yang badannya, jadi bukan per-anak satu projek," ujarnya. 

alat-pelindung-diri-4.jpg

Praktis, dengan makin mewabahnya virus Corona, Ia bersama delapan siswa dan alumni harus melakukan kerja ngebut dalam mengerjakan APD tersebut. 

"Kita di target sekitar 2 minggu untuk 112 - 120. Target APD 112 tapi ada juga dari sekolahan lain sampai 125 an," ucapnya. 

alat-pelindung-diri-5.jpg

Namun dengan kecakapan yang dimiliki, para volunteer ini sanggup mengerjakan belasan APD dalam sehari. "Perharinya menjadikan hasil jadi sampai 10-12," tutur Silfi. 

Kontribusi siswa-siswi dan alumni dari lima SMK di Lamongan ini akan menjadi sangat berarti di tengah mewabahnya virus Corona. Sebab Sri Yuliasih, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan, lima SKM di Lamongan sanggup memproduksi ratusan APD.  "Masing-masing sekolah menerima bahan dari Rumah Sakit dr Soetomo sebanyak 4 roll. Masing-masing rol kurang lebih 25 sampai 27. Dengan total 400 sekian lebih," ujar Yuli. 

alat-pelindung-diri-6.jpg

Meski dibuat oleh siswa SMK, Ia memastikan bahwa quality control produk tetap diawasi oleh RS dr Soetomo, sehingga baju hazmat tersebut aman dan nyaman untuk  digunakan.

alat-pelindung-diri-7.jpg

"Kita diberi contoh dan disuruh jahit untuk tenaga medis melaksanakan tugas (merawat pasien Covid-19). Dan semua bahan sudah standar karena didampingi langsung petugas dari dr Soetomo pada saat pembuatan awal, jadi kurang ini dan kurang itu langsung diketemukan," ucapnya di sela-sela memantau pembuatan APD baju hazmat di SMKN 2 Lamongan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com